Obligasi Moratelindo Oversubscribed 1,4 Kali

Fauziah_hidayah - Bursa

Kamis, 07 Desember 2017 15:58 WIB

obligasi moratelindo oversubscribed 1,4 kali

PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) resmi mencatatkan surat utang perdana, Obligasi I Moratelindo Tahun 2017 senilai Rp1 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat masa penawaran, obligasi Moratelindo mendapat tanggapan positif dari investor sehingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga sekitar 1,4 kali.

Moratelindo memasarkan obligasi pada 3-15 November 2017 lalu. Obligasi ini mendapat peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). 

"Kesuksesan penawaran obligasi perdana kami tidak terlepas dari track record yang baik, proyeksi arus kas yang kuat, dan pengalaman di industri telekomunikasi," kata Direktur Utama Moratelindo Galumbang Menak di Jakarta, Kamis (7/12/2017). 

Obligasi tersebut terdiri dari dua seri, yaitu seri A sebesar Rp540 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,9% serta memiliki tenor 3 tahun. Sementara obligasi seri B sebesar Rp460 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 10,5% dengan tenor lima tahun. 

Sebagai penjamin emisi obligasi perseroan telah menunjuk PT Bahana Sekuritas, sedangkan PT Bank Mega Tbk diamanatkan menjadi Wali Amanat.  

Seluruh dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi ini setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 90 persen digunakan untuk kebutuhan investasi tahun depan. Adapun sisanya 10 persen akan dialokasikan sebagai modal kerja. 

"Tahun depan belanja modal perseroan Rp900 miliar dari obligasi ini, dan tidak menutup kemungkinan jika ada peluang bisnis maka bisa melakukan pinjaman perbankan," tutup dia.  

Dalam kesempatan ini, Ia juga mengatakan jika era digitalisasi yang telah merambah hampir seluruh lini menjadikan bisnis penyedia infrastruktur telekomunikasi sangat menjanjikan. Maka dari itu, perusahaan menerbitkan obligasi.

"Di luar negeri, market cap terbesar 1-10 dikuasai oleh perusahaan digital. Maka saya yakin, satu sampai lima tahun ke depan, market cap Indonesia juga akan dikuasai oleh perusahaan digital, salah satunya Moratelindo," tukasnya.