Stanchart: Ekonomi Korsel Tak Terdampak Isu Semenanjung Korea

Fauziah_hidayah - Perbankan

Kamis, 07 Desember 2017 15:39 WIB

stanchart: ekonomi korsel tak terdampak isu semenanjung korea

Ketegangan di semenanjung Korea tidak terlalu berdampak signifikan terhadap perekonomian Korea Selatan. Pasalnya, isu geopolitik semenanjung Korea tidak dianggap isu yang signifikan bagi para investor dan pelaku pasar di Korea Selatan.

Demikian seperti dikatakan Head of Korea Economic Research Standard Chartered Bank Korea Chong Hoon Park di sela acara Media Roundtable Discussion: Standard Chartered Bank Investment Forum - Korea Corridor di Jakarta, kemarin (6/12/2017).

"Isu geopolitik dengan Korea Utara tidak dilihat sebagai isu yang signifikan oleh para investor dan pelaku pasar di Korea Selatan, dimana isu tersebut tidak akan banyak berpengaruh pada situasi perekonomian harian," ujar dia. 

Menurut Chong Hoon Park, tantangan yang lebih utama bagi Korea Selatan justru hubungan Cina dengan Korea Utara, yang berpengaruh pada hubungan ekonomi Cina dengan Korea Selatan yang merenggang. Tingkat ekspor Korea Selatan ke Cina telah menurun, salah satunya pada sektor industri kosmetik. Sebelumnya, ekspor ke Cina berkontribusi sebesar 25% dari total ekspor Korea Selatan.

"Yang serius itu justru dengan Cina yang pangsa pasarnya 25% pasar ekspor Korsel. Tapi, dengan adanya geopolitik Cina dan Korea Utara, pangsa pasar ekspor Korea Selatan turun 50%," katanya. 

Tahun ini, Korea Selatan mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 3,1%, angka yang lebih tinggi dari ekspektasi dan potensi PDB tahun ini. Sebagai salah satu negara yang tergabung dalam OECD, pertumbuhan ekonomi sebesar 3% merupakan pertumbuhan yang kuat. 

Pertumbuhan tersebut didukung oleh pertumbuhan industri teknologi informasi (TI) dan semi konduktor. Meski begitu, tahun depan diperkirakan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan akan sedikit melambat.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 akan sedikit melambat, namun akan ada peningkatan yang bertahap setiap kuartalnya, 2018 diperkirakan growth-nya 2,9 persen," ungkapnya.