Jokowi Diagendakan Hadiri "Bincang-Bincang Ekonomi Indonesia" di Salihara

Cahyo - Nasional

Rabu, 15 November 2017 04:19 WIB

jokowi diagendakan hadiri

Data ekonomi makro Indonesia pada kuartal III-2017 membangkitkan optimisme ekonomi nasional. Potensi sumber daya nasional dapat menjadi energi positif bagi perekonomian nasional pada masa sekarang dan mendatang.

Dalam acara Bincang-Bincang Ekonomi Indonesia yang akan digelar pada Jumat (17/11/2017) di Teater Salihara, Jakarta, Presiden Joko Widodo diagendakan akan menyampaikan pandangannya tentang ekonomi nasional beserta potensi dalam negeri.

"Pak Presiden diagendakan akan hadir dalam bincang-bincang ekonomi Indonesia," kata Pemimpin Perusahaan Warta Ekonomi sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Bram S Putro di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Selain Presiden Jokowi akan hadir pula sejumlah pengambil kebijakan dan praktisi ekonomi dan bisnis yang akan membedah ekonomi bisnis terkini dan proyeksinya pada masa mendatang. Adapun, pejabat yang akan datang adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani, dan Profesor Firmanzah selaku rektor Universitas Paramadina.

Bincang-bincang yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi Muhamad Ihsan mengambil tajuk Optimalisasi Potensi Dalam Negeri ini menjadi langkah bersama memandang ekonomi Indonesia dalam bingkai optimistis. Ekonomi nasional saat ini yang terus bergulir menuju kadar kualitas yang semakin meningkat menjadi landasan optimistis melihat ekonomi nasional masa depan.

"Kita harus berbangga melihat peringkat ease of doing business Indonesia mengalami perbaikan. Peringkatnya naik dari 91 menjadi 72. Ekonomi Indonesia harus terus ditingkatkan. Kita memiliki sumber daya yang harus terus dioptimalkan untuk mencapai pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," kata Founder Warta Ekonomi Fadel Muhammad di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Menurut Fadel, data yang dirilis BPS menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar tumbuh 5,06% pada triwulan III-2017 bila dibandingkan dengan triwulan III-2016 (y-on-y). Ini menjadi kabar baik untuk Indonesia.

Selain itu, indikator industri khususnya manufaktur yang notabene bisa memberikan multiplier effect secara meluas mengalami pertumbuhan yang bagus. Industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 5,51% pada kuartal III tahun 2017. Pertumbuhan tersebut adalah pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015.

Fadel juga melihat kerja pemerintah dalam melakukan pengendalian inflasi masih berjalan sesuai ekspektasi. Angka inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01% dan sebesar 2,67% secara year to date. Harapannya sampai dengan tutup tahun inflasi masih terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan data yang dirilis OJK, penyaluran kredit menunjukkan peningkatan dan rata-rata suku bunga kredit perbankan mengalami penurunan sampai dengan September 2017. Fadel melihat rata-rata suku bunga kredit yang turun menjadi 11,61% pada September 2017 akan memberikan dampak yang bagus kepada dunia usaha.

Dampaknya, penyerapan kredit juga akan meningkat dan menggerakkan dunia usaha. Sampai dengan September 2017, kredit perbankan sudah mengalami pertumbuhan sebesar 7,86% (y-on-y). Perbankan telah menyalurkan kredit sebesar Rp4.543,6 triliun sampai dengan September 2017. Harapannya, dampak pertumbuhan tersebut tidak hanya pada dunia usaha saja, tapi daya beli masyarakat juga ikut terdorong.

Tahun ini memang tahun yang penuh dengan tantangan. Namun semua akan dapat dilewati dengan pencapaian yang optimal bila pemerintah, pebisnis, dan masyarakat solid.