Myanmar-Bangladesh Teken Kerja Sama Pemulangan Rohingya

Yudi_suprobo - Internasional

Kamis, 26 Oktober 2017 20:00 WIB

myanmar-bangladesh teken kerja sama pemulangan rohingya

Otoritas Myanmar dan Bangladesh telah sepakat untuk bekerja sama dalam upaya repatriasi atau pengembalian ratusan ribu pengungsi Rohingya, yang telah melarikan diri kekejaman militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine, Myanmar utara.

Lebih dari 600.000 orang telah menyeberang ke Bangladesh dalam dua bulan terakhir, namun mengingat kekerasan tersebut dan sejarah Myanmar menolak kewarganegaraan Rohingya, banyak pengungsi mungkin tidak mau atau tidak dapat kembali.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan tragedi yang dialami oleh warga Rohingya merupakan "contoh buku teks pembersihan etnis", dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari setengah juta Muslim-mayoritas Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke negara tetangga Bangladesh.

Pasukan keamanan Myanmar dan warga Buddha telah dituduh melakukan pemerkosaan massal, pembunuhan, dan pembakaran seluruh desa.

Peraih Nobel Perdamaian dan ekonom Muhammad Yunus sampai mengeluarkan pendapat yang menyalahkan pemimpin de facto sekaligus peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.

"Saya akan melimpahkan 100 persen kesalahan padanya karena dia adalah pemimpinnya," ungkap Yunus, sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (26/10/2017).

Ketika ditanya apakah militer Myanmar benar-benar memegang kekuasaan dan membuat Suu Kyi benar-benar tidak berdaya, Yunus menjawab, "Baiklah, maka dirinya harus mengundurkan diri," tegasnya.

Yunus juga mengatakan bahwa dengan tetap berada di pemerintahan Aung San Suu Kyi "benar-benar" memberinya restu kepada militer dan tindakannya di Myanmar.