Hasil Survey: La Nyalla Dianggap Paling Moncer Melewati Gus Ipul dan Khofifah

Ferry_hidayat - Daerah

Senin, 23 Oktober 2017 19:20 WIB

hasil survey: la nyalla dianggap paling moncer melewati gus ipul dan khofifah

Suksesi untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur (Jatim) masih didominasi oleh La Nyalla Mattalitti.  Hal itu merujuk pada hasil survey Indonesia Network Election Survey (INES). La Nyalla dinilai dapat bekerjasama dengan semua golongan dan terbukti dari hasil survey yang memilihnya sebanyak 74,3%. Unggul dibanding tokoh-tokoh lainnya seperti Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf yang meraup prosentase pemilih 63,2%; Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini sebanyak 71,8%; dan Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa sebanyak 70,7%.

Direktur Executive INES, Widodo Tri Sektianto, La Nyalla unggul dalam surveinya menyangkut akseptabilitas, dikarenakan ia tidak sektarian, tidak eksklusif, tidak etnosentris, tidak chauvinis, dan terbuka terhadap relitas bahwa dunia kehidupan adalah beragam (multikultural) jika ditinjau dari aspek adat istiadat, kultur, perilaku/watak, ataupun pandangan hidup mereka.

"Seorang pemimpin dikatakan tidak xenopobis jika dia tidak merasa takut, khawatir, curiga terhadap kedatangan dan keberadaan orang, suku, maupun bangsa lain di daerahnya, sepanjang mereka memiliki komitmen terhadap kemajuan dan pembangunan daerah yang mereka datangi atau pun mereka tempati. Di sinilah sosok La Nyalla dianggap paling mampu oleh masyarakat Jawa Timur," ujar Widodo, Senin (23/10/2017).

Sementara itu, dari tingkat kapabilitas, lagi-lagi La Nyalla pun dianggap mampu memimpin Jatim oleh 78,4% responden. Di bawahnya ada Tri Rismaharini 74,9%, Khofifah Indar Parawansa 74,7%, dan Syaifullah Yusuf 70,5%.

"Sedangkan dari tingkat leadership, La Nyalla juga dianggap menginspirasi atau memberikan teladan. Ia mendapat suara terbanyak yakni 73,7%, kemudian disusul Tri Rismaharini 72,4%, Syaifullah Yusuf 67,2%, dan Khofifah Indar Parawansa 71,8 % responden," beber Widodo.

Widodo melanjutkan, dalam hal meningkatkan Indeks Pembangunan manusia di Jawa Timur yang dalam 5 tahun selalu di bawah 70%, lagi-lagi La Nyalla dinilai memiliki kompetensi untuk hal tersebut.

"La Nyalla dinilai oleh 89,4% masyarakat Jawa Timur memiliki kompetensi untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan dan Indeks Pembangunan Manusia Jawa Timur. Sementara, Tri Rismaharini lanjutnya, dinilai 79,3% responden, Khofifah Indar Parawansa 73,8 %, dan Syaifullah Yusuf paling rendah tingkat kompetensinya, yaitu 60,4%," ungkap Widodo.

Sementara itu, ketika INES melontarkan pertanyaan semi terbuka kepada responden tentang siapa tokoh yang akan dipilih sebagai Gubernur Jawa Timur jika ada pemilihan Gubernur saat ini, secara refleks, 13,2 % responden pun menjawab nama La Nyalla. Lalu, Tri Rismaharini 11,4%, kemudian Khofifah 10,7%, Syaiffulah Yusuf 8,6%, tokoh lainnya 29,3 persen, dan responden yang ragu-ragu sebanyak 26,8 %.

"Ini artinya baru 43,9% masyarakat Jawa Timur yang sudah punya pilihan terhadap ke empat tokoh tersebut. Dan sisanya sebanyak 56,1% belum punya pilihan terhadap Ke empat tokoh tersebut jika Maju sebagai Cagub Jawa Timur," tandasnya.

Dan, ketika responden dihadapkan dengan pertanyaan 'Siapakah yang akan Bapak/Ibu pilih menjadi Gubernur Jawa Timur?', hasil tabulasi data jawaban responden pada kuisioner pun didapati bahwa 21,3% menjawab untuk memilih La Nyalla, 19,1% memilih Tri Rismaharini, 16,3 % memilih Khofifah Indar Parawansa, sedangkan yang memilih Syaifullah Yusuf hanya 10,8% ,dan selebihnya 32,5% belum menentukan pilihannya.

"Ini artinya, ada perubahan pilihan kepada tokoh dari pertanyaan spontan ke pertanyaan tertutup pada kuisioner yang diajukan kepada responden, dimana dari 56,1% belum punya pilihan dalam pertanyaan terbuka dan sekarang 67,5% sudah punya pilihan," tutur Widodo.

Yang mengejutkan, saat responden diberikan pertanyaan 'Jika hanya 3 calon, yakni Syaifullah Yusuf, La Nyalla, dan Khofifah, mana yang akan dipilih sebagai Gubernur Jatim', kata Widodo, persaingan sengit pun hanya terjadi pada La Nyalla dan Khofifah, sedangkan Syaifullah dianggap tidak akan banyak memperoleh kenaikan tingkat elektabilitas.

"Hal ini disebabkan suara grassroot kader PDIP yang memilih Tri Rismaharini akan menyeberang ke Khofifah dan La Nyalla, karena kecil kemungkinan mendukung Syaifullah Yusuf. Apalagi kata dia, tingkat kepuasan warga Jawa Timur terhadap pemerintahan Gubernur Pakde Karwo (Soekarwo) dan Syaifullah Yusuf di atas 70 persen. Dan yang tidak puas terhadap kinerja Pemprov Jatim sebanyak 78,3% sementara yang puas hanya 21,7%," katanya.

Sebagai informasi, survei INES ini dilakukan pada pada tanggal 7-19 Agustus lalu. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Timur yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau memiliki hak pilih saat Pilkada 2018 nanti.

"Dalam survei ini, jumlah sampel sebanyak 2.178 orang. Survei sendiri menggunakan metode multistage random sampling, dan memiliki margin of error ±2,1% pada tingkat kepercayaan 95%. Sampel berasal dari seluruh distrik yang terdistribusi secara proporsional. Survei ini dilakukan mulai 6-16 Oktober 2017," pungkas Widodo. (ant)