14 Peselancar Dunia Ikuti Ajang Amazing Geopark Adventure Tourism

Vicky - Olahraga

Sabtu, 14 Oktober 2017 22:34 WIB

14 peselancar dunia ikuti ajang amazing geopark adventure tourism

Sebanyak 14 peselancar kelas dunia dari 13 negara dipastikan siap menunggangi pusaran ombak Pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Mereka akan berkompetisi menjadi yang terbaik dalam lomba surfing Internasional Surf Exhibition pada 14-15 Oktober 2017. 

Bupati Kabupaten Sukabumi Marwan Hamami mengatakan kejuaraan selancar yang bertajuk Amazing Geopark Adventure Tourism (AGAT) tidak hanya sebatas kejuaraan saja, tetapi juga mempromosikan dunia pariwisata di Kabupaten Sukabumi khusus Geopark Cileteuh Pelabuhan Ratu.

"Ajang ini sebagai promosi Geopark Cileteuh Pelabuhan Ratu," katanya kepada wartawan di pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (14/10/2017).

Marwan menyebutkan peserta lomba yang mengikuti ajang tersebut berasal dari Maroko, Maladewa, Taiwan dan Jepang, Inggris, Amerika Serikat, Hawai, Thailand, Selandia Baru, Filipina, Italia, dan Russia. Sisanya peselancar tuan rumah Indonesia, baik junior maupun senior. 

"Even ini akan diisi berbagai acara seperti pelatihan kepada peselancar pemula, mencari bakat atlet dan lain-lain," ungkap Marwan.

Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mempersiapkan segala hal, dari mulai pengamanan, kesiapan fisik, ketersediaan toilet, panggung air bersih serta sarana dan prasarana lainnya untuk para atlet selancar dunia tersebut.

“Semua fasilitas sudah kami siapkan untuk ajang selancar internasionl ini," ucap Marwan

Lebih lanjut Marwan mengatakan, Tidak hanya sebatas kejuaraan, tetapi pihaknya juga menampilkan beberapa kebudayaan lokal untuk mengisi dan menghibur atlet selancar internasional serta warga dan wisatawan. Goalnya, mempromosikan wisata Geopark Cileteuh Palabuhan Ratu. Kejuaraan ini sebagai salah satu cara untuk membangun destinasi kelas dunia di Cileteuh. 

"Geopark Cileteuh memiliki keindahan alamnya lengkap. Ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut. Karena itu harus cepat dikembangkan, agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya," pungkasnya.