BATAN Gandeng Puluhan Perguruan Tinggi untuk Pemanfaatan Tenaga Nuklir

Vicky - Nasional

Jum'at, 13 Oktober 2017 20:34 WIB

batan gandeng puluhan perguruan tinggi untuk pemanfaatan tenaga nuklir
Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus mensosialisasikan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Salah satu sasarannya yaitu perguruan tinggi dalam upaya memperkenalkan energi nuklir kepada anak bangsa. Sejauh ini, BATAN bahkan telah menggandeng puluhan perguruan tinggi untuk pemanfaatan tenaga nuklir
 
"Sudah puluhan (kerja sama BATAN dengan perguruan tinggi). Hampir di setiap daerah yang memiliki perguruan tinggi, kita kerjasama. Tapi ya tidak melulu tentang PLTN. Kerjasamanya itu dalam bentuk mengenalkan energi nuklir bisa menjadi opsi untuk dimanfaatkan," kata Kepala BATAN, Djarot Wisnusubroto di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Kamis, (12/10/2017).
 
Di Unhas, BATAN menyelenggarakan dua event akbar sekaligus. Rinciannya yakni Seminar Nasional Teknologi Energi Nuklir (SENTEN) ke-4 dan 2nd International Conference on Nuclear Energy Technologies and Sciences (ICoNETS-2017) bertema 'Kontribusi Teknologi Energi Nuklir Bagi Kemandirian dan Keberlanjutan Pembangunan Nasional.  
 
"Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana sosialisasi teknologi energi nuklir dan pemanfaatannya, juga sarana komunikasi para periset di bidang teknologi energi nuklir. Unhas dipilih sebagai mitra karena perannya yang sangat strategis, khususnya di Kawasan Indonesia timur. Sebelumnya sudah digelar di Pontianak, Bali dan Batam," urai Djarot.
 
Menurut Djarot, partisipasi perguruan tinggi dalam pengembangan dan pemanfaatan tenaga nuklir sangat dibutuhkan. Banyak hal yang bisa dikerjasamakan, termasuk memberikan edukasi terkait penerapan tenaga nuklir yang bagi sebagian besar masyarakat masih sulit untuk diterima.
 
"Jadi kerjasama dengan perguruan tinggi cakupannya luas. Bisa dengan Fakultas Teknik mengenai desain suatu reaktor. Lalu, Fakultas Sosial bisa dalam bentuk mengkomunikasikan teknologi nuklir yang kadang sulit diterima masyarakat. Kalau lebih spesifik dengan teknik sipil berupa merancang bagaimana bangunan bisa tahan gempa," pungkas Djarot.