Nita Kartikasari Tuangkan Sejatinya PR Lewat Buku Pertamanya

Fauziah_hidayah - Communication & Management

Jum'at, 13 Oktober 2017 17:13 WIB

nita kartikasari tuangkan sejatinya pr lewat buku pertamanya

Dengan pengalaman yang luar biasa di bidang Public Relations (PR) atau Humas, Nita Kartikasari berbagi paparan menarik seputar profesinya tersebut melalui buku karyanya yang berjudul Viral. Menurut wanita bernama lengkap Junita Kartikasari ini, tugas PR tidak hanya menulis press release saja, tetapi wajib memenangkan hati konsumen.

"Kalau tugas marketing adalah tell and educate agar publik tahu produk dan merek kita, fungsi PR sekarang adalah influence and inspire, publik agar mereka buzzing produk dan merek kita. Bisa dari atau tidak, publik yang disasar bisa menjadi influencer, buzzer, bahkan ambasador," tutur Nita saat launching buku terbarunya di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Nita merupakan seorang profesional yang telah lebih dari sepuluh tahun berkarier sebagai pekerja PR di perusahaan multinasional serta bertanggung jawab terhadap South East Asia market di Thailand, Asia Pasifik market di Singapura, dan juga berinteraksi dengan banyak pekerja PR di Indonesia.

”Saya sempat kaget dengan kondisi yang saya temukan di Indonesia dan beberapa negara ASEAN. Masih banyak, pekerja Public Relations yang ternyata membatasi atau mengotak-kotakkan fungsi-fungsi public relations-nya hanya sebatas pada aktivitas membuat press conference," imbuh Nita.

Wanita lulusan Universitas Pelita Harapan tersebut menganggap profesi PR di Indonesia jauh berbeda dibanding negara-negara lain yang sudah semakin maju. Apalagi, praktik-praktik terbaru PR sudah disesuaikan dengan perubahan masyarakat dewasa ini, yaitu berkuasanya era digital.

”Buku ini saya tulis dengan tujuan utama untuk mengenalkan paradigma dan cara-cara PR yang baru, yang saya geluti ketika bekerja di perusahaan multinasional dan berkarier di dunia internasional. Sungguh, banyak pengalaman menarik yang perlu dibagikan supaya bisa menjadi perspektif alternatif dan membuat para praktisi PR di Tanah Air semakin bersemangat mengembangkan profesi ini,” pungkasnya.