Sebelum Pulang, Jokowi Pesan Ini ke Petani Sawit Muba

Vicky - Agribisnis

Jum'at, 13 Oktober 2017 19:33 WIB

sebelum pulang, jokowi pesan ini ke petani sawit muba

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)  didepan ribuan petani sawit, Desa Panca Tunggal Kelurahan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel menjelaskan bahwa peningkatan peremajaan kebun kelapa sawit dengan bibit varietas unggul merupakan cara terbaik dalam peningkatan hasil petani sawit.

"Peremajaan ini khusus untuk para petani karet. Indonesia mempunyai tanah yang subur, tetapi hasil petani sawit  belum maksimal itu dikarena kan kebun yang selama ini dikelola belum  pernah diremajakan," ungkap  Jokowi, jumat  (13/10/2017).

"Bibit ini produksinya menghasilkan 8 ton per hektar,nanti kalo sudah ditanam 2019 akan saya cek lagi," bebernya.

Dalam sambutnya, tidak hanya replanting Jokowi juga membagikan sekitar 1.300 sertifikat kepada para petani.

"Silakan diturunkan nanti setelah ini akan banyak lagi yang pegang sertifikat ini kita mulai di Sumsel, tapi dahulu kemudian bulan depan akan saya dorong masuk ke Sumatera Utara bulan depannya lagi masuk ke Jambi masuk ke Riau ini memang tahun ini kita kan konsentrasi dulu di pulau Sumatera.

Setelah selesai Sumatera, tambahnya ia juga  dorong untuk masuk ke Kalimantan. Memang kerja ini penginnya fokus biar gampang dicek gampang dikontrol ini perusak ingatkan hari ini nanti sudah mulai peremajaan replanting ditanam tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali," pungkasnya.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, replanting ini adalah bantuan pemerintah untuk meremajakan kelapa sawit yang sudah tua dan hasilnya tidak banyak lagi, dengan hasil saat ini hanya 2 ton per hektare.

Di mana kelapa sawit tua tersebut akan diganti dengan bibit yang bagus dan berkualitas. "Kalau dipelihara dengan baik hasilnya dapat 8 ton per hektar bukan 2,5 ton per hektar," kata dia.

Dalam proses peremajaan, sambung dia, pohon kelapa sawit yang tua harus dilakukan penebangan sehingga mempengaruhi hasil para petani.

Oleh karena itu, lanjutnya agar biaya hidup dapat tercukupi nantinya disediakan bibit jagung dan kedelai, dengan begitu ada tumpang sari sehingga biaya hidup tetap ada.

"Pemerintah sudah meminta kesiapan dan janji dari perusahaan besar. Jika peremajaan sudah mencapai 6.000 hektare, perusahaan akan membangun pabrik kelapa sawit sehingga petani tidak susah menjual sawit. Perusahaan besar juga mengajarkan bagaimana cara yang benar dalam menanam sawit agar produksinya maksimal," tandas dia.