Direktur IMF: Saatnya Serius Dengan Mata Uang Digital

Yudi_suprobo - Internasional

Jum'at, 13 Oktober 2017 15:49 WIB

direktur imf: saatnya serius dengan mata uang digital

Inilah saatnya bagi bank sentral dan regulator dunia untuk lebih serius terkait dengan mata uang digital, kepala Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Lembaga keuangan global mengambil risiko dengan tidak memperhatikan dan memahami produk teknologi keuangan yang baru yang mulai mengguncang layanan keuangan dan sistem pembayaran global, menurut Managing Director IMF Christine Lagarde.

"Saya berpikir bahwa kita akan mengalami gangguan besar," ungkap Lagarde kepada CNBC dalam sebuah wawancara Facebook Live di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF di Washington D.C.

Ditanya apakah dirinya setuju dengan komentar CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon bahwa bitcoin adalah "kecurangan," tutur Lagarde bahwa penting untuk melihat implikasi teknologi yang lebih luas seperti mata uang digital.

"Saya pikir kita seharusnya sadar tidak mengkategorikan apapun yang berhubungan dengan mata uang digital dalam spekulasi tersebut, seperti skema ponzi," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari CNBC, (13/10/2017).

"Ini jauh lebih dari itu juga," tuturnya.

Lagarde tidak mengesampingkan bahwa IMF pada suatu saat bisa mengembangkan cryptocurrency-nya sendiri. Dirinya menunjuk Special Drawing Right (SDR) IMF, sebuah mata uang yang diciptakan IMF untuk dijadikan sebagai aset cadangan internasional, yang dapat menggabungkan teknologi yang serupa dengan cryptocurrencies.

"Apa yang akan kita lihat adalah bagaimana mata uang ini, hak gambar khusus, benar-benar bisa menggunakan teknologinya agar lebih efisien dan lebih murah," ujarnya.

Lagarde membuat sebuah diskusi panel pada hari Kamis yang berfokus pada fintech dan peran bank sentral, yang menampilkan pejabat bank sentral dan eksekutif dari perusahaan fintech. Lagarde mengatakan kepada CNBC bahwa dirinya mengharapkan IMF akan berperan dalam mengatur industri fintech ke depan.

"Harapan saya adalah kita dapat berpartisipasi dalam proses itu karena saya melihat itu sebagai proses yang sangat lintas batas," imbuhnya.

Fintech, kata Lagarde, sudah menimbulkan gangguan pada industri jasa keuangan karena teknologi baru menurunkan biaya transaksi keuangan. Dirinya menunjuk teknologi ledger terdistribusi seperti blockchain yang bisa membantu membuat sistem perbankan lebih inklusif.

"Saya memikirkan wanita di beberapa negara berkembang yang harus membawa uang tunai yang berisiko terhadap aksi kekerasan dan semua sisanya," ujarnya.

"Jika mereka bisa menggunakan ponsel mereka dan beroperasi dengan cara yang jauh lebih bijaksana dan efisien, itu akan jadi hebat sekali," pungkasnya.