Jangkau Investor Asing, BEI akan Roadshow ke Tiongkok

Fauziah_hidayah - Bursa

Jum'at, 13 Oktober 2017 14:46 WIB

jangkau investor asing, bei akan roadshow ke tiongkok

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana melakukan "roadshow" pasar modal ke Tiongkok dalam rangka menjaring lebih banyak lagi investor asing yang berinvetasi di Indonesia.

"Investor dari Tiongkok cukup potensial. Mereka mulai mencoba kemungkinan melihat pasar Asia, termasuk Indonesia. Investor dari Tiongkok masih sangat kecil, saking kecilnya tidak terdeteksi mereka cenderung ke Hong Kong," ujar Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan usai menerima delegasi dari Tiongkok yang tergabung dalam Chinese Securities Association of Hong Kong (HKCSA) di Jakarta, Jumat (13/10/2017). 

Ia mengatakan bahwa selama ini pihaknya belum melakukan kerja sama secara langsung dengan pasar modal Tiongkok. Melalui kunjungan ini diharapkan ada suatu kerja sama yang dapat membuat kinerja industri pasar modal antar negara lebih baik.

"Sebenarnya untuk sektor pasar modal kita belum ada kerja sama secara langsung. Selama ini kan yang sudah berjalan lebih ke pemerintahan. Kita berharap setelah kunjungan mereka akan ada pertemuan lanjutan mengenai langkah apa yang bisa dilakukan ke depannya," katanya.

Ia mengemukakan bahwa pada tahap awal BEI berencana akan membawa sekitar 10 emiten Indonesia untuk diperkenalkan ke investor di Tiongkok. Salah satu kriteria emiten yang akan diperkenalkan ke investor Tiongkok yakni emiten dengan nilai kapitalisasi pasar besar dan industri dengan basis konsumen yang besar.

"Kita sudah bicara dengan beberapa perusahaan sekuritas Tiongkok yang datang ke BEI. Saya rasa emiten sektor infrastruktur yang berkaitan dengan pembangunan di negara kita juga yang menarik," jelasnya. 

Ia mengharapkan bahwa dengan adanya kerja sama antarotoritas bursa lintas negara, investor asing yang menempatkan dananya di pasar saham menjadi bervariasi mengingat saat ini mayoritas investor asing di BEI mayoritas berasal dari Erpa dan Amerika Serikat.

"Investor asing paling besar masih tetap dari Eropa dan Amerika Serikat," katanya.