BATAN: Padi Mutasi Nuklir Tahan Hama dan Lebih Enak

Vicky - Riil

Kamis, 12 Oktober 2017 18:53 WIB

batan: padi mutasi nuklir tahan hama dan lebih enak
Tenaga nuklir tidak selamanya berbahaya dan mematikan. Radiasi nuklir ternyata dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi tanaman pangan, semisal padi. Badan Teknologi Nuklir Nasional atau BATAN bahkan telah menciptakan berbagai bibit unggul yang mampu meningkatkan kualitas dan produksi tanaman pangan.
 
BATAN menginisiasi inovasi tersebut melalui pemuliaan mutasi tanaman alias mutation breeding menggunakan radiasi nuklir. Hasilnya, produk yang bibitnya diradiasi atau dimutasi mengalami peningkatan dari segi kualitas dan produktivitas dibandingkan bibit normal. Salah satu daerah yang telah menerapkan bibit unggul hasil mutasi nuklir adalah Sulsel.
 
"BATAN dan Unhas sudah 51 tahun bekerja-sama mengembangkannya. Sulsel adalah salah satu daerah yang sukses mengimplementasikan teknologi radiasi nuklir," kata Kepala BATAN Prof Djarot Wisnusubroto, seusai seminar nasional dan internasional perihal pemanfaatan dan pengembangan energi nuklir di Kampus Fakultas Teknik Unhas, Kamis, (12/10/2017).
 
Menurut Djarot, sangat banyak keunggulan dari padi hasil mutasi nuklir. Di antaranya yaitu produktivitas yang mengalami lonjakan hampir dua kali lipat. "Kalau rata-rata produksi (padi) sekitar 5-6 ton per hektar sekali panen, maka bisa meningkat menjadi 10-11 ton per hektar sekali panen. Masa tunggu panennya juga terpangkas dari 120-130 hari tinggal 100-an hari," tuturnya.
 
Tidak hanya peningkatan produktivitas, Djarot menjamin kualitas produk dari padi mutasi nuklir jauh lebih baik. Padi mutasi nuklir lebih gampang karena tahan hama dan rasanya ketika dimasak lebih enak. "Iya, tahan beberapa hama dan yang paling penting rasanya enak. Kalau soal enak memang tergantung, kita miliki beberapa varietas," urai Djarot.
 
Bos BATAN itu melanjutkan dengan keunggulan tersebut, pendapatan petani bakal meningkat. Karena itu, pihaknya menilai penggunaan bibit unggul hasil mutasi nuklir sangat cocok diterapkan di tengah mulai terjadinya krisis lahan pertanian. Manfaat lainnya bisa meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Indonesia dengan produktivitas meningkat dengan waktu panen singkat.
 
Pemuliaan tanaman dengan nuklir melalui fase radiasi nuklir yaitu sinar gamma. Radiasi tersebut menyasar DNA tanaman, lalu susunan kimia berubah akibat radiasi. Sehingga sasaran pada tanamana bisa memendekkan batang atau sebaliknya, memendekkan umur, meningkatkan produksi biji, kadar minyak dan lainnya.
 
Produktivitas dan keunggulan bibit disesuaikan dengan jenis tanaman. Misal, tanaman padi yang dibutuhkan adalah batang pendek agar tidak runduk dan umur yang pendek agar cepat panen.