2019, BPJS Kesehatan Kalimantan Targetkan 95 Persen Kepesertaan

Vicky - Asuransi

Senin, 18 September 2017 15:44 WIB

2019, bpjs kesehatan kalimantan targetkan 95 persen kepesertaan

BPJS Kesehatan Kalimantan optimis pada 1 Januari 2019 kepesertaan BPJS Kesehatan dapat mencapai angka kepersertaan 95 persen. Meski hingga kini baru mencapai angka 60,42 persen.

Deputi Direksi Wilayah Kaltimtengseltara Ni Mas Ratna Sudewi mengatakan peserta BPJS Kesehatan paling banyak penerima bantuan iuran (PBI). Di 2018 mendatang diperkirakan akan banyak lagi peserta penerima bantuan iuran baik dari APBD maupun APBN.

"Tentu ini akan mempercepat rekruimen minimal sampai 95 persen tadi.tentu disisi lain kami meningkatkan akses kepesertaan dan setiap peserta bisa jadi duta BPJS agar  kemana-mana bisa mengingatkan agar segera bisa terproteksi " jelasnya, Senin (18/9/2017).

Lanjutnya Apalagi nilai terpenting dari BPJS Kesehatan ini ada pada sifat gotong royong yakni membangun kembali nilai-nilai di masyarakat juga keluarga. 

Ratna Sudewi menyebutkan jumlah kepesertaan pada akhir Agustus ini baru 6,3 juta penduduk dari jumlah penduduk 10 juta lebih.

"Target 2017 ini untuk kepesertaan memang harus kita raih karena peta JKN nasional itu 2018 akhir paling sedikit diharapkan 95 persen. Itu sudah harus tercover misalnya di wilayah kami Kalimantan Timur. Utara, Selatan, tengah itu per 25 Agustus 2017 sudah 60,42 persen," ujarnya.

Wilayah kerja BPJS Kesehatan Kalimantan meliput empat Provinsi di Kalimantan yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. 

Dari empat provinsi itu, Kaltra paling tinggi tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan mencapai 76,21 persen dengan jumlah penduduk 647.080 jiwa.

 “Kemudian disusul Kaltim 71,84 persen dengan jumlah penduduk 3.429.465 jiwa, provinsi baru 50, 43 persen dari jumlah penduduk 3.918.633 jiwa, dan Kalteng 56,46 persen dari jumlah penduduk 2.591.247 jiwa,” rincinya.

Menurutnya  pihak mendatangi daerah-daerah yang belum tinggi pencapaian untuk memberikan edukasi pentingnya kepesertaan dan manfaatkan BPJS kesehatan ini. Sekaligus mengadopsi hal-hal baik untuk diterapkan di daerah lain.

"Memang setiap kabupaten kota kita kunjungi secara reguler. Kita lihat progress seperti apa, ada kendala apa di lapangan dan kadang-kadang sesuatu yang baik di suatu daerah kita jadikan replika atau best practice di Kabupaten kota lainnya," katanya.

"BPJS Kesehatan juga terus menjangkau daerah yang jauh dan terpencil dengan jemput bola melalui kelurahan atau kerja sama dengan pemerintah setempat," sambungnya 

Selama ini masih menemukan kendala di lapangan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai asuransi perlindungan kesehatan JKN sehingga perlu edukasi mendalam. Selain itu juga terbatasnya anggaran pemerintah daerah dalam memberikan bantuan kepada warga kurang mampu dalam program JKN ini.

Terhadap hal itu, pihaknya kini menggalakkan prggram Coorporate Social Responsibility (CSR) yang dapat membayarkan iuran bagi masyarakat tidak mampu terutama yang berada di area perusahaan.

"Kami juga menggalakkan CSR membayarkan iuran masyarakat  tidak mampu di sekitar perusahaan mereka," ujarnya.

Mantan kepadal kantor wilayah BPJS Kesehatan Kalimantan ini menambahkan  saat ini peserta BPJS Kesehatan  untuk penerima bantuan iuran cukup besar.

"Penerima bantuan iuran cukup besar. Itu karena didanai APBN lebih banyak bukan berarti masyarakat miskin kita banyak tapi tidak. Karena pemerintah membiayai yang miskin maupun hampir miskin. Artinya negara konsen," pungkasnya.