Gelar IKF VI, BCA Dukung Pengembangan Inovasi Berbasis Digital

Cahyo - Perbankan

Rabu, 13 September 2017 18:46 WIB

gelar ikf vi, bca dukung pengembangan inovasi berbasis digital

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mendukung pengembangan inovasi dan kreativitas berbasis digital dalam rangka akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dukungan tersebut diberikan melalui gelaran event IKF VI yang mengambil tema utama Elevating Creativity & Innovation Through Digital Collaboration.

Direktur BCA Henry Koenaifi mengungkapkan inovasi dan kreativitas merupakan tulang punggung dalam mendirikan usaha berbasis digital. Setiap orang bisa saja menjadi pelaku usaha rintisan berbasis digital dengan mengandalkan kemudahan dan kemutakhiran perkembangan teknologi saat ini.

Namun, imbuhnya, tidak semua memiliki ide bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan memberikan keuntungan ekonomis untuk kesinambungan usaha.

"BCA menggelar IKF VI sebagai ajang bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnis mereka melalui kolaborasi dan partnership di bidang teknologi," ujar Henry dalam forum Kafe BCA VII yang diadakan di Breakout Area Menara BCA, Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Henry menambahkan, dari sisi perbankan, BCA juga senantiasa melakukan berbagai inovasi dalam rangka meluncurkan berbagai solusi dan layanan perbankan berbasis digital yang memberikan kemudahan pelayanan dan transaksi kepada nasabah. Hal ini dilakukan semata-mata karena prioritas BCA adalah memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah sesuai dengan perkembangan saat ini.

"Era makin berubah ke arah digital dan BCA siap menjemput perubahan ini dengan mengeluarkan berbagai produk layanan berbasis teknologi yang memungkinkan nasabah menggunakannya secara aman dan nyaman," kata dia.

Senior Executive Vice President of Strategic Information Technology BCA Hermawan Thendean mengatakan pesatnya pertumbuhan pelaku financial technology (fintech) ataupun e-commerce telah memunculkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan informasi dan transaksi keuangan perbankan.

Sebagai contoh dalam praktiknya, pelaku fintech ataupun e-commerce membutuhkan konektivitas sistem yang solid dengan dunia perbankan agar transaksi pembayaran pengguna aplikasi atau situs mereka dapat berjalan dengan lancar.

"Kami telah meluncurkan Application Program Interface (API) yang memungkinkan para pelaku fintech ataupun e-commerce dapat terkoneksi dengan layanan perbankan BCA. Terdapat berbagai informasi yang dapat digunakan, seperti transfer, mutasi rekening, lokasi ATM, pembayaran sakuku, dan API lainnya demi menjawab kebutuhan dunia fintech saat ini," katanya.

Dari sisi pembiayaan, Hermawan menambahkan BCA juga telah meluncurkan Central Capital Ventura (CCV). Lewat modal ventura tersebut, BCA akan menginvestasikan dana Rp200 miliar untuk para startup fintech yang diharapkan bisa membantu layanan finansial mereka.

IKF VI yang diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2017 di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, ini akan menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara sebagai keynote speaker.

Selama dua hari, sebanyak 23 pembicara yang kompeten di bidangnya baik dari dalam maupun luar negeri akan turut berpartisipasi untuk berbagi ilmu, pengalaman, serta inspirasi dalam mengembangkan dunia bisnis berbasis digital, di antaranya pengamat ekonomi Faisal Basri, CEO PT McKinsey Indonesia Philia Wibowo, Celebrity Investor Ashraf Sinclair, Founder and Managing of Kejora Group Sebastian Togelang, serta Menteri Kelautan & Perikanan Susi Pudjiastuti yang akan memberikan inspiring closing speech.

"Oleh karena itu, kami mengajak para profesional maupun pelaku bisnis untuk bersama-sama menimba serta berbagi ilmu dengan para pembicara kompeten yang akan dihadirkan di IKF," lanjut Henry.