Analis Sebut Minat IPO Masih Menggairahkan

Ferry_hidayat - Bursa

Selasa, 01 Agustus 2017 00:58 WIB

analis sebut minat ipo masih menggairahkan

Analis pasar modal Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa minat perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada semester kedua tahun ini masih cukup tinggi seiring dengan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi.

"IPO masih menjadi solusi dan alternatif bagi perusahaan untuk meraih pendanaan, karena dampak positifnya jangka panjang," ujar Lucky Bayu Purnomo yang juga Analis Danareksa Sekuritas di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Apalagi, lanjut dia, juga didukung oleh ekspektasi makroekonomi nasional dalam jangka panjang yang masih kondusif, ditambah dengan kebijakan suku bunga yang rendah. Di sisi lain, lanjut dia, tingginya minat IPO juga didukung dengan regulasi yang lebih sederhana dari Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas pasar modal juga mengakomodir perusahaan skala kecil menengah (UKM) dan rintisan digital (startup) untk melakukan IPO.

"Bukan hanya perusahaan yang besar, tetapi perusahaan kecil pun diakomodir untuk meraih pendanaan dari pasar modal melalui mekanisme IPO," katanya.

Dari sisi pasar, menurut Lucky Bayu Purnomo, minat investor untuk menyerap saham-saham IPO juga masih tinggi mengingat imbal hasil yang ditawarkan cukup menjanjikan. "Perusahaan yang sahamnya telah tercatat di BEI pada tahun ini, mayoritas bergerak naik, itu akan menjaga antusias investor terhadap saham perdana sehingga ," katanya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan bawah terdapat sekitar tujuh perusahaan yang sedang dalam proses pengajuan IPO. Perusahaan itu menggunakan laporan keuangan periode Maret 2017 sebagai salah satu starat pengajuan IPO. "Diharapkan prosesnya lancar sehingga pada tahun ini sahamnya tercatat di BEI," katanya.

Ia optimistis target 35 perusahaan melaksanakan IPO pada tahun ini akan tercapai di tengah kondisi ekonomi nasional yang kondusif serta kinerja pasar modal Indonesia yang juga tumbuh. "Di sepanjang tahun ini sudah 20 perusahaan yang telah resmi mencatatkan sahamnya di BEI, kami ptimistis target 35 perusahaan IPO tercapai," katanya. (ant)