Adik Andi Narogong Diduga jadi Juru Bayar Suap E-KTP

Ferry_hidayat - Hukum

Selasa, 25 Juli 2017 00:59 WIB

adik andi narogong diduga jadi juru bayar suap e-ktp

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami sumber dana yang diduga digunakan oleh Vidi Gunanawan, adik dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk diberikan kepada pihak-pihak yang 'kecipratan' uang panas proyek pengadaan e-KTP.

"Pemberian itu dilakukan di sejumlah lokasi di Jakarta antara lain di Cibubur Junction, Kampung Melayu, SPBU di daerah Bangka, dan di tempat lainnya," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Senin (24/7/2017).

KPK pada Senin (24/7) memeriksa Vidi Gunawan sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto (SN) dalam penyidikan tindak pidana korupsi pengadaan e-ktp. KPK saat ini sedang mengonfirmasikan soal indikasi aliran dana proyek e-KTP yang diterima sejumlah pihak terhadap Vidi Gunawan.

"Terhadap saksi, kami konfirmasi lebih lanjut informasi-informasi yang terkait dengan indikasi aliran dana pada sejumlah pihak tentu saja indikasi aliran dana yang dikonformasi ini masih saling terkait dengan kasus e-KTP yang juga sedang kami proses baik itu di persidangan atau pun dalam proses penyidikan," kata Febri.

Diketahui, dalam persidangan kasus e-KTP dengan saksi mantan Staf Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Yosep Sumartono, Vidi Gunawan pernah ditugaskan untuk mengantarkan uang di berbagai tempat.

"Terkait bagi-bagi uang, anda cerita banyak ada di Mall Cibubur Junction sebesar 1 juta 500 ribu dolar AS, di Holland Bakery Kampung Melayu 400 ribu dolar AS, ada di Pom Bensin Bhayangkara sebesar 400 ribu dolar AS, ada di Pom Bensin Auri 200 ribu dolar AS, apa benar?" tanya salah satu anggota Majelis Hakim dalam lanjutan sidang kasus KTP-E di Pengadilan Tipikor, Jakarta beberapa waktu lalu. (ant)