Smart Business Map Workshop Cetak Pengusaha Profesional

Vicky - Entrepreneur

Minggu, 16 Juli 2017 20:12 WIB

smart business map workshop cetak pengusaha profesional

Menjadi pengusaha profesional dan sukses merupakan mimpi banyak orang. Sayangnya masih banyak orang yang coba-coba terjun di dunia bisnis. Kurangnya pengetahuan dalam menjalankan bisnis membuat bisnis yang dijalankan gagal di tengah jalan. 

Chairman OIM Pro Indonesia Budi Isman mengemukakan, ada enam pokok persoalan yang masih dialami para pengusaha pemula di Indonesia. Pertama, kurangnya kemampuan dan pengetahuan bisnis, akibatnya pengusaha pemula terkesan asal-asalan dalam memulai usaha. Kedua, pemasaran, masih banyak pengusaha pemula yang bisa membuat produk tapi bingung untuk menjual.

Ketiga, pengusaha pemula biasanya kesulitan dalam mendapatkan modal. Padahal banyak permodalan yang bisa didapatkan, seperti dari bank atau pihak-pihak swasta yang ingin berinvestasi. Tapi pengusaha pemula tidak tahu bagaimana akses ke pemilik modal tersebut.

Keempat, teknologi, penggunaan teknologi dalam bisnis yang paling menonjol saat ini adalah bisnis online. Selain itu teknologi juga digunakan dalam administrasi dan akunting. Dengan teknologi membuat bisnis tumbuh lebih cepat dan teratur.

Selanjutnya masalah legalitas, banyak pengusaha pemula yang kesulitas dalam membuat badan usaha melakukan pendaftaran merek untuk mendapatkan hak paten. Beberapa orang bahkan menganggap hal itu belum perlu. Terakhir adalah networking bisnis, pengusaha pemula jarang yang memiliki jaringan ini yang membuat bisnis mereka menjadi lebih mudah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut Budi dapat dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan bagi para pengusaha pemula. Sayangnya saat ini belum ada program yang terintegrasi dan tersetruktur.

Melihat kenyataan tersebut, Budi Isman melalui Yayasan Pro Indonesia menggelar kegiatan Smart Business Map (SBM) Workshop, merupakan gerakan wirausaha agar pelaku usaha pemula dapat berkembang dan naik level. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang sudah digelar sejak tahun 2013.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Budi, peserta diberikan pengetahuan dan kemampuan menjalankan bisnis yang baik. Para peserta mendapatkan ilmu dari pakar bisnis yang luar biasa, akses bantuan untuk pemodalan, pemasaran. Serta mendapatkan jaringan yang luas, paling tidak para peserta workshop yang digelar di hampir seluruh kota di Indonesia. 

Beberapa akses pemasaran yang didapatkan seperti bagaimana memasukkan produk ke tempat belanja modern, Carrefour dan Giant, dan menjual produk secara online di bukalapak dan blibli. Melalui jaringan para peserta workshop, peserta juga bisa mendapatkan sesuatu yang penting bagi bisnisnya.

Melalui workshop tersebut, menurut Budi sudah banyak menelurkan para pengusaha sukses seperti Serasa Food, Valo Cuci Mobil, Whatsapp Café dan Warung Upnormal. Para pengusaha pemula yang mengikuti kegiatan ini, sekitar 80% berhasil, masih ada yang belum berhasil biasanya karena kesalahan dalam memilih kategori bisnis dan pengetahuan bisnis yang belum dijalankan. 

Menurut Budi, SBM Workshop Pro Indonesia telah diikuti 3.500 peserta. Selain SBM Workshop juga ada program Akselerator bagi pengusaha yang sudah sukses agar menjadi lebih besar lagi. selain itu juga ada program-program lainnya yang bekerja sama dengan pemerintah atau pihak swasta.

“Dari berbagai kegiatan yang kami adakah sudah melibatkan sekitar 10.000 peserta. Saha berharap program ini mendukung program pemerintah dalam mencetak 1 juta pengusaha,” tutup Budi.