Harga Batu Bara Acuan Turun Jadi US$75,46/Ton

Cahyo - Energi

Kamis, 06 Juli 2017 17:09 WIB

harga batu bara acuan turun jadi us$75,46/ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) Juni 2017 sebesar US$75,46/ton. Nilai tersebut turun US$8,35 dari US$83,81/ton pada bulan Mei 2017.

"Bila dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya (year on year) HBA Juni 2016 US$51,81 maka HBA Juni 2017 naik signifikan sebesar US$23,65 atau naik 45,6%," seperti dikutip Warta Ekonomi dalam laporan ESDM, Kamis (6/7/2017).

Rincian HBA dari Januari hingga Juni 2017 adalah Januari 2017 sebesar US$ 86,23/ton, Februari 2017 sebesar US$83,32/ton, Maret 2017 sebesar US$81,90/ton, April 2017 sebesar US$82,51/ton, Mei 2017 sebesar US$83,81/ton, dan Juni 2017 sebesar US$75,46/ton.

HBA adalah harga rata-rata dari empat indeks yang umum digunakan dalam perdagangan batu bara global yaitu Indonesia Coal Index, Platts Index, New Castle Export Index, dan New Castle Global Coal Index.

Nilai HBA menjadi acuan harga batu bara pada kesetaraan nilai kalor batu bara 6.322 kkal/kg gross as received (GAR), kandungan air (total moisture) 8%, kandungan sulphur 0,8 % as received (AR), dan kandungan abu (ash) 15%AR.

Berdasarkan HBA selanjutnya dihitung harga patokan batu bara (HPB) yang dipengaruhi kualitas batu bara yaitu nilai kalor, kandungan air, kandungan sulfur, dan kandungan abu sesuai dengan merek dagang batu bara yang disebut HPB maker.

HPB maker terdiri dari delapan merek dagang batu bara yang sudah umum dikenal dan diperdagangkan yakni Gunung Bayan I, Prima Coal, Pinang 6150, Indominco IM_East, Melawan Coal, Enviro Coal, Jorong J-1, dan Ecocoal.