Taman Margasatwa Ragunan Perluas Penggunaan Tiket Elektronik

Kasilarizka - Megapolitan

Senin, 26 Juni 2017 15:45 WIB

taman margasatwa ragunan perluas penggunaan tiket elektronik

Pengelola Taman Margasatwa Ragunan menambah metode penggunaan tiket elektronik untuk masuk ke kebun binatang dengan menggunakan kartu ATM Combo Bank DKI selain kartu JakCard.

Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang di Jakarta, Senin (26/6/2017) mengatakan kini pengguna kartu ATM Combo Bank DKI seperti Kartu Jakarta Pintar, kartu rusun, kartu PNS pemda, dan kartu combo lainnya bisa digunakan sebagai tiket elektronik untuk masuk ke kebun bintang Ragunan. Bagi pengguna kartu ATM Combo Bank DKI kini tidak perlu membeli kartu JakCard lagi untuk bisa masuk ke taman margasatwa melainkan hanya cukup untuk mengisi ulang atau top up kartu di loket taman margasatwa.

Penambahan kartu ini untuk mempermudah wisatawan dalam memasuki Taman Margasatwa Ragunan. Wahyudi menyebutkan pengelola Ragunan sudah menjual hingga 300 ribu kartu JakCard yang bisa diisi ulang sebagai pengganti tiket masuk konvensional.

"Respon masyarakat yang sudah biasa dengan teknologi mengapresiasi sistem ini karena lebih simpel dan sudah terintegrasi dengan TransJakarta," kata Wahyudi. Dia menjelaskan bagi masyarakat yang hendak berkunjung ke Taman Margasatwa Ragunan juga bisa melakukan isi ulang kartu JakCard di loket halte TransJakarta, sehingga tidak perlu antre di loket Ragunan.

Salah satu pengunjung Taman Margasatwa Ragunan, Inna Putri mengapresiasi sistem baru ini yang sudah menggunakan kartu seperti di kebanyakan layanan publik lainnya. Namun dia menyayangkan untuk masuk Ragunan memerlukan kartu khusus dan tidak bisa menggunakan kartu elektronik lain yang sudah umum digunakan untuk alat pembayaran.

"Kalau bisa sih terintegrasi dengan kartu-kartu lain, jadi nggak kebanyakan kartu," kata dia. Lain lagi dengan Febrina, pengunjung Taman Margasatwa Ragunan dari Depok yang mengaku lebih nyaman membayar tiket masuk secara tunai karena jarang mengunjungi Ragunan dan tidak menggunakan layanan fasilitas umum di Jakarta, seperti TransJakarta.