OJK Nilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di April 2017

Cahyo - Finansial

Jum'at, 12 Mei 2017 08:48 WIB

ojk nilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga di april 2017

Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyimpulkan stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia hingga April dalam kondisi terjaga baik.

Di pasar keuangan domestik, sejalan dengan penguatan pasar keuangan global pada April 2017, baik Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan yield Surat Berharga Negara (SBN) terus melanjutkan penguatan.

IHSG meningkat sebesar 2,10% mtm (ytm: 7,34%) dan kembali mencatat rekor tertinggi pada 26 April 2017 pada posisi 5.726,53. Investor nonresiden mencatatkan net buy signifikan sebesar Rp13,9 triliun (ytm: net buy Rp22,2 triliun).

"Pasar SBN juga menguat ditandai oleh penurunan yield SBN di semua tenor dan net buy oleh nonresiden sebesar Rp22,6 triliun (ytm: net buy Rp79,9 triliun)," ujar Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional Triyono dalam keterangannya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari sisi intermediasi lembaga jasa keuangan, tercatat perbaikan yang terus berlanjut. Kredit perbankan Maret 2017 tumbuh sebesar 9,24% yoy, lebih tinggi dari bulan Februari yang sebesar 8,57% yoy dan piutang pembiayaan tumbuh sebesar 8,45% yoy (Februari: 7,20% yoy).

"Kinerja ini didukung dengan kinerja penghimpunan dana yang juga terus meningkat. Dana pihak ketiga (DPK) perbankan per Maret 2017 tumbuh sebesar 10,02% yoy (Februari: 9,21% yoy) dan pendapatan premi asuransi Januari-Maret 2017 tercatat sebesar Rp50,1 triliun atau meningkat sebesar 17,60% dari periode yang sama tahun 2016," ungkap Triyono.

Sementara itu, penghimpunan dana di pasar modal juga terus meningkat. Pada periode Januari-April 2017, terdapat 36 emiten (Jan-Apr’16: 21 emiten) melakukan penghimpunan dana melalui pasar modal dengan nilai sebesar Rp46,2 triliun atau meningkat sebesar 108,11% dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

"Dari 36 emiten yang melakukan penghimpunan dana, terdapat delapan emiten baru. Dengan begitu, OJK optimis target 21 emiten baru di 2017 dapat tercapai," ucapnya.

Di tengah peningkatan intermediasi keuangan, risiko lembaga jasa keuangan (LJK) baik kredit, likuiditas, maupun pasar terpantau berada pada level yang manageable. Risiko kredit terpantau stabil pada Maret 2017.

Rasio nonperforming loan (NPL) gross dan net tercatat masing-masing sebesar 3,04% (Februari: 3,16%) dan 1,34% (Februari: 1,38%), sedangkan rasio nonperforming financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sedikit meningkat menjadi 3,16% (Februari: 3,03%). 

"Ke depan OJK melihat proses pemulihan ekonomi global semakin solid dan akan berdampak positif pada sektor jasa keuangan," tutup Triyono.