21st Century Fox Ajukan Penawaran Akuisisi Sky Senilai £ 18,5 miliar

Rahmat_patutie - Internasional

Sabtu, 10 Desember 2016 00:17 WIB

21st century fox ajukan penawaran akuisisi sky senilai £ 18,5 miliar

Raksasa media Amerika Serikat 21st Century Fox telah melakukan pendekatan untuk mengakuisisi Sky, perusahaan media raksasa Britania yang bernilai £ 18,5 miliar.

Penawaran yang diajukan bernilai £ 10,75 per saham secara tunai, premi sebesar 36 persen dari harga penutupan pada tanggal 8 Desember.

Saham Sky berakhir 26,6 persen lebih tinggi pada 999.8p di bursa London menyusul pengumuman tersebut.

Taipan media Rupert Murdoch yang memegang kedndali 21st Century Fox, telah memiliki 39,1 persen saham Sky.

Sky mengatakan bahwa direktur independen dari kedua perusahaan telah mencapai kesepakatan mengenai harga penawaran sebesar £ 10,75 per saham, demikian seperti dkutip dari laman BBC di Jakarta, Sabtu (10/12/2016).

Fox mengatakan direksi Sky telah menunjukkan bahwa mereka bersedia untuk merekomendasikan tawaran yang diajukan.

Sementara itu, menurut perhitungan Reuters, Fox akan membayar £ 11,25 miliar untuk saham di Sky bahwa itu tidak sudah memiliki.

Jatuhnya Pound sebanyak 16 persen terhadap dolar sejak Brexit telah membuat perusahaan Inggris menjadi target yang menarik bagi perusahaan asing.

CEO Fox James Murdoch telah ditunjuk menjadi ketua Sky tahun ini Hal itu memicu spekulasi bahwa perusahaan media AS tersebut akan membuat penawaran.

Hampir 30 persen dari pemegang saham Sky memilih menentang pengangkatan James Murdoch sebagai ketuanya pada pertemuan tahunan pada bulan Oktober. Beberapa mengatakan Murdoch terkait terlalu dekat dengan Fox.

Piers Hillier, kepala investasi dari Royal London, yang memiliki 0,35 persen saham Sky, mengatakan bahwa investor membutuhkan ketua independen yang kuat untuk melindungi kepentingan pemegang saham minoritas dan bernegosiasi yang terbaik terhadap kemungkinan terjadinya kesepakatan diantara kedua belah pihak.

Rupert Murdoch telah berupaya untuk mengambil kontrol penuh Sky selama bertahun-tahun.